LAMPUNG TENGAH, kabarterkini2309.blogspot.com - Update Terusan Nunyai,
Sekolah SMAN 1 Terusan Nunyai adalah wadah tempat siswa-siswi menimbah ilmu berbagai bidang pengetahuan oleh sebab itu negara hadir dan mengayominya.
Di Duga Oknum Kepala Sekolah SMAN 1 Terusan Nunyai ( Bandar Agung Lamteng) berinisial RATN melakukan penahan Ijasah, siswanya bernama: Ahmad Pebrianto karena tidak dikenakan biaya iuaran. Saat dikonfirmasi beberapa media awak di sekolah, beberapa kepsek tidak menemui berbagai macam, bahkan beberapa orang Kepsek itu mengutus komite sekolah untuk menemui media awak, sedangkan sama-sama kita mengetahui kapasitas komite sekolah tidak memiliki ijazah.
pada hari ini tanggal 04 Oktober 2021 ada 3 orang utusan SMAN 1 Terusan Nunyai yang datang kerumah orang tua siswa dengan lantang mengatakan" Ijazah tersebut tidak akan keluar jika tidak bahkan tunggakan disekolah.
Padahal jelas dikatakan pada Permendikbut 14 tahun 2017 pasal 4,5 dan seterusnya mengatakan: Ijazah pada pendidikan formal diberikan kepada peserta didik yang telah lulus dari satuan pendidikan, dan seterusnya.
Bahkan awak media juga telah meminta pembayaran tahan ijazah yang dilakukan oknum Kepsek SMAN 1 Terusan Nunyai, dengan menghubungi Ketua MKKS SMA Lamteng, oknum kepsek tersebut tidak ada respon iyaya, dengan santai dia menjawab saja.
Pihak Kepala Sekolah SMAN 1 Terusan Nunyai (SMAN Bandar Agung Lamteng) belum bisa ditemui oleh orangtua murid karena Ibu Kepala Sekolah (Kepsek) sedang Rapat, keesokan harinya dikatakan Ibu Kepsek luar, awak media coba menghubungi via Whatsapp tidak pernah ditanggapi Bu Ratn.
Saat ditemui awak media rumahnya salah seorang kakak siswa tersebut menyebutkan kepada awak media:, Saya suda berapa kali datangi kesekolah SMAN 1 Terusan Nunyai sampai tiga kali, kalau Ijasah asli masih ditahan oleh pihak sekolah karena belum bayar iuran.
Padahal kelurahan setempat telah mengeluarkan Surat Tanda Tidak Mampu, tapi pihak sekolah tidak memiliki perspektif tentang kondisi perekonomian kami mas. benar-benar tidak mampu.
Kemudian solusinya adalah saya akan mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menanyakan hal tersebut mengenai” Ijasah Ditahan," karena itu dari pihak pemerintah terkait dan Dinas Pendidikan menindak lanjuti kasus.
Bahkan kamibjuga akan menuntut Ijazah iji kepada BPK dan Ombudsman Provinsi Lampung.
Dan harapan kami agar SMAN 1 pemerintah dan Dinas Pendidikan menindak lanjuti kasus Penahanan Ijasah karena alasan orang tua tidak mendukung iuran.
Semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini lagi, himbauannya karena Pendidikan adalah fondasi atau etalase sumber daya kemajuan manusia anak bangsa dan negara. - Redaksi













